sebuah dongeng tentang “Bawang
Merah Dan Bawang Putih” yang pernah didongengkan oleh Ayahku kepadaku ketika
aku masih kecil, kira-kira 13 Tahun yang lalu J
okee kawan marilah kita menjadi seseorang yang gemar membaca, dan salah satunya
yaitu membaca dongeng :D .
Saya akan menulis dongeng ini
dengan ingatan yang masih kuingat saat ayahku mendongengkanku. Mari kita
membaca, dan selamat menikmati cerita dongengku :D
“Bawang Merah dan Bawang Putih”
Suatu ketika ada sebuah cerita yang
sangat menyedihkan. Seorang anak yang bernama bawang putih yang mempunyai ibu
dan ayah. Dia seorang anak tunggal dari sebuah keluarga yang sangat kaya raya. Suatu
ketika ibu bawang putih sedang sakit parah, dan tentunya bawang putih sangat
sedih. Hari demi hari berganti hingga sampai satu bulan pun ibunya bawang putih
tak kunjung sembuh hingga akhirnya ibunya pun meninggal, waktu itu usia Bawang
Putih masih 7 Tahun.
Setahun telah berlalu. Ayahnya Bawang
Putih menikah lagi dan akhirnya Bawang Putih mempunyai ibu tiri baru dan
saudara perempuan seusianya. Saudara Tirinya bernama Bawang Merah. Ibu tiri dan
saudara tirinya itu sangat jahat sekali kepada bawang putih, hingga suatu
ketika Ayahnya sedang bekerja diluar kota. Bawang Putih setiap hari disiksa
oleh Ibu tirinya, seolah-olah dia menjadi pembantu ibu tirinya.
Suatu hari bawang Putih disuruh
memcuci pakaian ibu tirinya di sungai . pada saat itu air sungai yang sangat
deras membuat pakaian ibu tirinya hanyut dan bawang putih pun sangat takut. Akhirnya
dia memutuskan untuk mengejar pakaiannya yang hanyut itu. Dia terus berjalan
menyelusuri sungai hingga sangat jauh sekali dari kampungnya itu, dan akhirnya dia
bisa menangkap pakaian yang hanyut itu. tetapi Bawang Putih lupa arah jalan
pulang sampai akhirnya dia terdampar di tengah-tengah rimba. Saat itu ada
sebuah raksasa yang sangat besar sekali dan berwarna hijau dia adalah Buto Ijo.
Buto Ijo yang sedang mencari mangsa akhirnya dia menemukan Bawang Putih untuk
dimakannya. Buto ijo membawa Bawang Putih ke Gua tempat dia tinggal bersama
istrinya. Tetapi istri Buto Ijo itu sangat baik sekali, karena dia telah
membujuk Buto Ijo agar melepaskannya. Akhirnya bawang putih pun tidak jadi
dimakan malah ia diberi sebuah Labu. Istri Buto Ijo mempunyai dua buah labu, yang satu besar dan yang satunya lagi kecil,
Bawang putih disuruh memilih salah satu labu tersebut dan dia memilih labu yang
kecil itu untuk dibawanya pulang ke rumah, setelah memilih labu Bawang Putih
diantar si Buto Ijo untuk menunjukkan arah jalan pulangnya. Akhirnya bawang
Putih pun tiba di rumahnya.
Bawang Putih sampai dirumahnya pada
sore hari, ia dimarahi ibu tirinya
karena terlambat pulang dari sungai dan ibu tirinya melihat sebuah labu kecil
yang dibawa oleh Bawang Putih. Ibunya bertanya :
Ibu tiri : “hey bawang putih apa yang kau
bawa itu ?”
Bawang putih : “sebuah
labu buu..”
Akhirnya bawang putih pun segera membelah labu itu. Dan ternyata
isinya mengejutkan sekali, sebuah emas-emasan yang sangat banyak didalam labu
itu. Ibu tirinya dan bawang merah mengetahui hal tersebut. Bawang Merah pun iri
dengan bawang Putih, bawang merah akhirnya bertanya kepada bawang putih
bagaimana caranya mendapatkan sebuah labu yang berisi emas-emasan.
Bawang merah : “hey
Bawang Putih, bagaimana kau bisa mendapatkan sebuah labu yang berisi emas?”
Bawang Putih :”saya
mendapatkan sebuah labu itu ketika pakaian ibu hanyut terus saya mengejarnya
hingga saya tersesat di tengah rimba dan bertemu dengan si Buto Ijo dan saya dibawa si buto ijo ke
tempat ia tingggal di gua”
Setelah mendengar perkataan bawang
putih, akhirnya bawang merah pun mengikuti langkah-langkah seperti bawang putih
lakukan. Akhirnya bawang merah pun berhasil membawa buah labu yang lebih besar
dari labunya bawang putih. Mungkin bawang merah berpikir labu yang sangat besar
mempunyai isi emas-emasn yang sangat banyak didalam labunya. Dan ia pun
cepat-cepat ingin pulang dan tidak sabar untuk membukanya.
Akhirnya sampailah di rumah. Setelah
itu bawang merah membuka labu itu dan ternyata isinya adalah ular, ulat, dan
lebah yang sangat banyak. Si bawang merah pun marah kepada si bawang putih,
bawang merah pun merasa sedih dan kecewa.
